Sudah Diresmikan, MRT Gratis Sampai Akhir Maret. Yuks Simak Tata Cara Naik MRT

///Sudah Diresmikan, MRT Gratis Sampai Akhir Maret. Yuks Simak Tata Cara Naik MRT

Sudah Diresmikan, MRT Gratis Sampai Akhir Maret. Yuks Simak Tata Cara Naik MRT

Dengan menggunakan aplikasi diharapkan dapat memandu para pengguna MRT menggunakan transportasi itu, mulai dari membeli tingkat hingga tata tertib mengantri saat keluar dan masuk MRT. Sehingga kedepannya para pengguna MRT dapat tertib dan disiplin, serta menjaga faslitas dari MRT tersebut.

Baca Juga :

Mau Tahu ?? Aplikasi Pembukuan Yang Mumpuni Untuk Menghasilkan Laporan Keuangan Yang Akurat

Untuk itu langsung saja kita simak informasi dibawah ini, mengenai aplikasi yang digunakan dan berapa tarif atau tiket untuk MRT, serta tata tertip atau aturan yang harus dipahami dan dipatuhi oleh para pengguna MRT ketika akan naik MRT tersebut.

Warga Jakarta mulai merasakan tranposrtasi umum baru Moda Raya Terpadu atau MRT dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI, yang diresmikan Presiden Joko Widodo, pada Minggu tanggal 24 Maret 2019.

Euforia transportasi baru itu sudah terasa sejak beberapa pekan terakhir setelah PT MRT Jakarta menggelar uji coba secara gratis.

Transportasi massal seperti MRT itu boleh jadi menjadi moda baru bagi warga Ibukota.  Mekanismenya pun sedikit berbeda dengan angkutan umum yang sudah ada, misalnya kereta Commuter Line.

PT MRT Jakarta menyediakan aplikasi untuk ponsel Android bernama “MRT-J” sebagai pemandu para pengguna MRT menentukan perjalanan mereka dengan transportasi itu.

Saat mencari “MRT Jakarta” di Google Play Store, pengguna akan menemukan banyak aplikasi tentang peta MRT di Jakarta. Pastikan mengunduh aplikasi resmi MRT-J. Caranya, ketuk kolom “read more” dan pastikan nama PT. MRT Jakarta tertera pada informasi pembuat aplikasi.

Setelah mengunduh aplikasi MRT-J, pengguna akan dipilih untuk mengakses sebagai tamu atau log in, pilihannya menyambungkan aplikasi ini dengan akun Google, Facebook dan Twitter.

Tampilan utama aplikasi MRT-J berisi tentang informasi terkini tentang transportasi tersebut. Jika digulirkan ke bawah, penggun akan melihat fitur-fitur antara lain Cara Menggunakan MRT.

Fitur Cara Menggunakan MRT berisi video dan infografis tentang bagaimana menggunakan transportasi itu, mulai dari membeli tiket hingga tata tertib mengantre saat keluar dan masuk kereta bernama “Ratangga” itu.

Fitur utama dari aplikasi itu tentu merencanakan perjalanan penggunanya dengan MRT dan peta rute mulai dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI.

Pada laman utama aplikasi MRT-J, klik ikon “Mulai”. Pengguna akan diarahkan ke laman berikutnya berisi rute MRT. Isi stasiun awal dan akhir, pengguna akan bisa melihat berapa lama waktu tempuh yang dibutuhkan.

Antara mencoba mengisi stasiun awal “Bundaran HI” ke stasiun tujuan “Istora Mandiri”, terlihat perjalanan ini memerlukan waktu 8 menit 30 detik dan akan melewati empat stasiun.

Pengguna juga bisa melihat transportasi umum lainnya yang berada di stasiun tujuan, antara lain bus TransJakarta.

Jika ingin melihat informasi mengenai stasiun tujuan, pengguna bisa mengetuk ikon menu di pojok kiri atas dan pilih fitur “Informasi”. Informasi yang diberikan antara lain fasilitas yang tersedia dan gerai penjual yang ada di stasiun tersebut.

Aplikasi MRT-J juga memiliki fitur saldo. Tapi, fitur iitu belum bisa diakses, begitu juga dengan tiket isi ulang.

Aplikasi MRT-J tersedia untuk pengguna Android dan kapasitas yang dibutuhkan untuk mengunduh aplikasi sebesar 56MB.

Tarif Resmi MRT

Berdasarkan rencana, MRT Jakarta akan mulai beroperasi secara komersial pada 1 April 2019. Usulan tarifnya sempat melalui perdebatan yang cukup panjang.

Dari Rp 18.000, Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta menyarankan pemerintah untuk mensubsidi sebesar Rp 8.000, sehingga tarif MRT adalah Rp 10.000. Usai ‘ketuk palu’, akhirnya tarif MRT ditentukan menjadi Rp 8.500/10 kilometer.

Adapun tarif ini terdiri atas dua komponen, yakni boarding fee yang dipatok sebesar Rp 1.500 ditambah unit price per kilometeryang dikalikan jarak.

Subsidi akan disalurkan ke penumpang MRT yang diproyeksi sebanyak 65.000 orang/hari sepanjang tahun 2019. Dengan bertambahnya jumlah penumpang, maka subsidi nantinya bisa ditekan.

Pada minggu awal uji coba MRT, penumpang masih terlihat begitu tertib. Hampir tak ada yang membedakan suasananya dengan di Singapura.

Namun sehari menjelang peresmian, perilaku beberapa orang justru mulai kurang terkontrol. Ada rombongan yang sengaja makan nasi bungkus sambil bersila di dalam stasiun, sampah tampak bertebaran, hingga penumpang menjadikan pegangan tangan dalam gerbong untuk menggandul dengan kaki terangkat.

Jangan biarkan perilaku tersebut menjadi kebiasaan yang mendarahdaging. Sayangi infrastruktur canggih yang sudah diperjuangkan oleh pemerintah ini. 

7 Aturan yang Wajib Dipatuhi Ketika Naik MRT

1. Memiliki kartu ‘Jelajah’

Seyogyanya transportasi umum lain yang terintegrasi, setiap penumpang wajib memiliki kartu khusus. Untuk MRT, kartu pembayaran tiketnya diberi nama ‘Jelajah’.

Dikutip dari akun Instagram resmi MRT Jakarta @mrtjkt, kartu Jelajah yang akan dikeluarkan terdapat dalam dua jenis, yaitu kartu single trip dan multi trip. Apa bedanya? Kartu single trip hanya untuk sekali jalan.

Sedangkan, kartu multi trip bisa digunakan lebih dari satu kali perjalanan.

2. Dahulukan yang keluar

Sebenarnya ini peraturan standar, tapi masih banyak saja yang kurang bisa mematuhi. Dalam aturan keselamatan, penumpang yang keluar harus didahulukan.

Sementara penumpang yang ingin masuk harus mengantri terlebih dahulu, dengan membuat barisan di samping kanan dan kiri pintu masuk. Di Indonesia, ‘garis aman’ itu diberi berwarna kuning yang terletak di pinggir peron.

Jika aturan tersebut tidak dipatuhi, penumpang bisa saling bertabrakan.

3. Tidak berdandan di dalam kereta

Aturan ini bukan melarang penumpang wanita untuk tampil polos ketika naik MRT, lho. Namun saat berada di dalam kereta, perlengkapan make up dan kosmetik sebaiknya jangan digunakan.

Selain mengganggu penumpang lain, berdandan dalam kecepatan 40 sampai 60 kilometer per jam berisiko fatal. Ingat kejadian penumpang taksi di China yang matanya tercolok eyeliner? Kamu tidak mau seperti itu kan?

4. Selalu perhatikan rambu-rambu

Menggunakan transportasi MRT, artinya setiap penumpang dituntut bersikap lebih mandiri. Biasakan untuk selalu meperhatikan rambu-rambu di sekitar stasiun dan kereta. Rambu-rambu tersebut dibuat dalam bentuk visual maupun suara. Bagi penumpang disabilitas, MRT juga menyediakan rambu visual, suara, dan fisik. Selama di perjalanan, dengar baik-baik pula setiap pengumuman stasiun pemberhentian berikutnya.

5. Prioritaskan penumpang khusus

Tidak semua penumpang itu sama. Banyak dari mereka yang memiliki keterbatasan secara fisik, sehingga membutuhkan perhatian khusus. Misalnya saja ibu hamil, anak-anak, disabilitas, dan lansia. Jangan sesekali duduk di bangku prioritas saat menemui penumpang dengan kondisi tersebut. Begitu pula ketika menggunakan lift yang tersedia di stasiun, sebaiknya dahulukan langkah mereka

6. Ingat waktu kedatangan kereta

MRT beroperasi dalam 8 rangkaian, mulai pukul 05.30 sampai dengan 22.30. Setelah April nanti, rencananya akan lagi ditambah menjadi 16 rangkaian. Bersabarlah menunggu kedatangan kereta, sebab rangkaian kereta ini tiba dalam waktu 5-10 menit sekali. Tidak ada kata ‘ngaret’ untuk moda transportasi yang satu ini. Jadi, usahakan datang tepat waktu agar tidak tertinggal ya.

7. Tertib gunakan eskalator

Belum semua orang menyadari aturan ini. Sebab jika ke pusat perbelanjaan atau gedung, masih banyak saja yang berdiri sembarangan ketika menggunakan eskalator. Padahal seharusnya, pengguna diwajibkan berdiri pada sisi tangga sebelah kiri. Sementara jika ingin terus berjalan karena buru-buru, gunakan jalur eskalator bagian kanan.

Dengan pengelolaan yang baik disertai dengan aplikasi MRT-J sebagai pemandu para pengguna MRT, diharapkan kedepannya para pengguna MRT dapat lebih tertib dan jaga kebersihan, serta menjaga fasilitas canggih yang telah disediakan oleh pemerintah demi kenyamanan bersama.

Sumber artikel :

ayobandung.com, cekaja.com

Sumber gambar :

travel.detik.com, gatra.com, suarainvestor.com

 

By |2019-03-28T02:53:14+00:00March 26th, 2019|ARTIKEL, BERITA TERBARU|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment