Perlakuan Piutang PPn Untuk Customer Wajib Pungut (WAPU)

/, ACCURATE ONLINE ( AOL ), ARTIKEL, BERITA TERBARU/Perlakuan Piutang PPn Untuk Customer Wajib Pungut (WAPU)

Perlakuan Piutang PPn Untuk Customer Wajib Pungut (WAPU)

PENGERTIAN WAPU

Baca Juga :

Bagaimana Mencatat Piutang PPN Atas Pelanggan Mata Uang Asing

Berikut Berbagai Jenis Piutang Lain-Lain Dalam Akuntansi

Wapu atau Wajib Pungut merupakan istilah yang merujuk pada pembeli yang seharusnya dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN), namun justru memungut PPN. Artinya, sebagai pembeli Wapu justru tidak dipungut PPN oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang menyerahkan Barang/Jasa Kena Pajak (BKP/JKP), melainkan justru memungut PPN.

Istilah Wapu ini ditujukan pada bendaharawan pemerintah, badan usaha atau instansi pemerintah yang ditugaskan memungut, menyetor dan melaporkan PPN yang terutang oleh PKP atas penyerahan BKP/JKP kepada badan atau instansi pemerintah tersebut.

Dalam ketentuan, ada 4 badan atau instansi yang masuk dalam ketegori Wapu, yakni:

  1. Bendaharawan Pemerintah dan Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN).

  2. Kontraktor Kontrak Kerja Sama.

  3. Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

  4. Badan Usaha Tertentu.

Lalu bagaimana cara penginputan atau pencatatannya dalam Accurate Online.

Untuk customer Wajib Pungut (Wapu), perlakuan input transaksi Penjualannya sama seperti kita input transaksi Penjualan kena pajak bukan pemungut. Yang harus dilakukan agar PPn tidak terhutang karena Customer setor sendiri ke pajak, pada saat Customer melunasi:

1. Setting pelanggan dari menu Penjualan | Pelanggan | Pilih Pelanggan | Klik tab Pajak | Tipe Pajak setting ke PPN Dibebaskan | Untuk nya bisa disetting sesuai kebutuhan misalkan kawasan bebas | Kode Dokumen Faktur Pajak.

2. Ke menu Pengaturan | Preferensi | Akun Perkiraan | kolom Penerimaan/Pembayaran (Akun Diskon), tambahkan akun PPN Keluaran | Simpan.

3. Selanjutnya, buat Faktur Penjualan dikenakan PPN seperti terlampir:


4. Selanjutnya, saat Penerimaan Penjualan dari menu Penjualan | Penerimaan Penjualan | Pilih nama Pelanggan | Pilih Faktur Penjualan | Klik tab Informasi Diskon | Akun Diskon pilih PPN Keluaran | Diskon Masukkan senilai PPN misalkan 5.000 | Lanjut.


5. Klik 
Hitung Nilai Pembayaran | simpan transaksinya.

6. Sehingga jurnal yang terbentuk adalah

available for accurate online

sumber  artikel:

www.online-pajak.com

ultimasolusindo.com

 

About the Author:

Leave A Comment