Berikut Tips Mudah Membuat Laporan Keuangan Yang Benar

/, ARTIKEL, BERITA TERBARU/Berikut Tips Mudah Membuat Laporan Keuangan Yang Benar

Berikut Tips Mudah Membuat Laporan Keuangan Yang Benar

Akhir tahun sudah didepan mata, tak terasa sudah memasuki pertengahan tahun. Biasanya perusahaan akan memasuki masa-masa sibuk untuk menyiapkan laporan keuangan. Apalagi habis libur panjang lebaran kemarin, banyak perusahaan yang mengejar ketinggalannya dalam menyiapkan laporan keuangannya.

Nah bagi perusahaan yang skalanya sudah besar, mungkin tidak terlalu menjadi masalah. Karena mereka memiliki SDM yang kompeten dalam mengelola dan menyajikan setiap laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan. Lalu bagaimana dengan pengusaha UKM yang bisnisnya masih skala kecil ? Yang belum tentu memiliki SDM yang memadai atau bahkan yang sama sekali buta terhadap pembukuan akuntansi perusahaan. Ini merupakan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para pengusaha UKM. Mereka pun kadang bingung apa saja yang harus mereka siapkan untuk akhir tahun.

Maka dari itu, berikut tips membuat laporan keuangan yang benar :

1. Buat Neraca Saldo

Langkah membuat laporan keuangan sederhana yang pertama adalah membuat neraca saldo terlebih dahulu. Ini merupakan daftar rekening buku besar yang dibagi dalam bentuk debit dan kredit.

Fungsi dari neraca saldo adalah untuk menilai keseimbangan antara pendapatan dengan pengeluaran. Sehingga pada titik ini, keuangan kotor yang ada di perusahaan sudah terlihat dengan jelas.

Baca juga : 

Cara Mudah Memahami Neraca Bagi Pebisnis UKM

2. Mengumpulkan Data

Setelah membuat neraca saldo, baru lakukan tindakan pengumpulan data. Nantinya, berkas-berkas finansial ini bisa dijadikan dasar pembuatan jurnal penyesuaian. Data ini biasanya berisi transaksi khusus yang terjadi pada periode-periode tertentu. Ini juga harus dicatat lalu disingkronkan dengan neraca saldo yang telah dibuat.

3. Masukkan Data Ke Laporan Neraca Lajur

Neraca lajur adalah neraca yang berisi daftar neraca saldo dengan jurnal penyesuaian. Maka dari itu tabel yang muncul lebih banyak, data yang dipunggah juga lebih bervariasi.  Sekalipun begitu, antara tabel kredit dengan debit tetap harus dibedakan. Supaya pembacaannya lebih jelas dan membedakan mana pendapatan dan yang mana pengeluaran.

4. Buat Laporan Laba Rugi

Jika data sudah lengkap dan sudah dicantumkan di dalam jurnal penyesuaian, maka selanjutnya silakan buat laporan laba rugi. Tujuannya adalah memetakan data-data tersebut menjadi lebih khusus lagi terkait keuangan perusahaan.

Jika laporan ini sudah dibuat, apalagi disesuaikan dengan data-data yang sudah dikumpulkan di poin sebelumnya, maka seharusnya sampai di sini neraca keuangan sudah selesai. Sehingga sudah terlihat kondisi keuangan perusahaan saat ini.

Baca Juga :

Pentingnya Memiliki Laporan Laba Rugi Sebagai Alat Ukur Keberhasilan Bisnis

5. Tutup Neraca dengan  Membuat Jurnal Penutup

Jurnal penutup adalah laporan yang berisi penyesuaian keuangan sesuai data yang ada di laporan laba rugi. Isi dari laporan ini adalah total nominal dari pendapatan dan pengeluaran perusahaan yang diakumulasikan dalam bentuk pendapatan, penghasilan dan laba bersih perusahaan.

Baca juga : 

Jenis Intangible Asset Yang Wajib Diketahui Oleh Pengusaha

6. Lakukan Pemeriksaan Data dengan Membuat Neraca Saldo Pasca Penutupan Jurnal

Ini merupakan laporan neraca keuangan yang terakhir. Yang mana fungsinya untuk memeriksa apakah masih ada data yang tidak termasuk ke dalam jurnal penutupan.

Maka dari itu, cara yang ke enam ini disebut juga neraca pemeriksaan sebelum laporan dilaporakan kepada pemangku kepentingan internal dan eksternal. Ini untuk mencegah terjadinya kesalahan data ketika sedang dilakukan audit finansial pada masa evaluasi keuangan.

7. Membuat Jurnal Penyesuaian Kedua

Jika masih di rasa ada yang belum dimasukkan ke dalam jurnal, maka buat jurnal penyesuaian kedua yang berisi data yang tidak termuat tersebut. Artinya, nanti ada dua laporan keuangan yang disetorkan. Karena jurnal penyesuaian yang pertama sudah tertutup.

Bisa pula dengan melakukan perombakan, jika laporan masih sebatas draf. Maka dari itu, cek dulu data-data dengan valid, baru lakukan pembuatan  laporan.

Baca Juga :

Pentingnya Jurnal Akuntansi Untuk Usaha Kecil

Kesimpulan

Demikian adalah cara membuat laporan keuangan sederhana secara lengkap. Jika ini dilakukan dengan benar, tentu tidak ada data keuangan yang tertinggal. Sehingga kondisi finansial perusahaan bisa terlihat dengan jelas. Maka dari itu, silakan buat laporan keuangan sesuai dengan tahapan-tahapan di atas.

Mungkin Anda berpikir ini adalah hal yang memakan banyak waktu jika dilakukan secara manual, terlebih jika usaha Anda sedang masa pengembangan yang membutuhkan penanganan yang lebih intens, sehingga Anda hanya memiliki sedikit waktu.

Baca juga : 

Pebisnis Online Makin Dimanjakan Dengan Fitur Smartlink E-Commerce Accurate Online

Jika Anda merasa kesulitan dalam melakukan pembukuan secara manual, Anda bisa menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online sebagai solusi kemudahan pembukuan usaha Anda. Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah digunakan lebih dari 300 pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis. Mulai dari UKM sampai perusahaan manufaktur.

Accurate Online juga telah meraih Top Brand Award sejak tahun 2016 sampai sekarang sebagai software akuntansi terbaik buatan anak bangsa. Jadika pembukuan bisnis lebih optimal dengan software akuntansi terbaik Accurate Online. Masih ragu? Anda bisa mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui link ini.

By |2019-12-13T04:37:04+00:00December 13th, 2019|ACCURATE ONLINE ( AOL ), ARTIKEL, BERITA TERBARU|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment